Selasa, 17 Maret 2015

Disini saya tidak akan membahas satu persatu tentang kasus krisis moral yang terjadi di Indonesia.
Karna memang krisis moral itu banyak macamnya. seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas. krisis moral juga terdapat dalam dunia politik, sosial, budaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun untuk saat ini, jangan bertanya mengapa krisis moral itu bisa terjadi. Tapi bertanyalah bagaimana cara kita mengatasi masalah ini.

Ngomong-ngomong soal moralitas, juga ada sangkut pautnya dengan teknologi. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kemajuan teknologi yang bisa membuat moral kita semakin mundur. Karena bagaimanapun juga teknologi sebenarnya adalah untuk mempermudah kehidupan manusia. 

Nah, ada istilah “The Man Behind The Gun”. Bukan senjatanya yang menjadi masalah, tapi orang yang menggunakannya. Teknologi itu hanya alat, yang paling penting adalah manusianya itu sendiri, jangan sampai manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh teknologi. Tapi justru manusia harus mengendalikan teknologi. 

Lalu apa yang harus kita lakukan agar krisis moral tidak semakin parah??
Nah, disini saya tidak akan berlaku sebagai orang yang paling benar, sok suci ataupun lebih baik dari siapapun.Tapi saya hanya ingin mengajak dan berbagi, agar kita bersama bisa memperbaiki hidup ini.

1.      Dengarkan nasihat
Nasihat bisa dari orang tua, guru, dosen, pendakwah, motivator, dan sebagainya. Dan nasihat baik, hendaknya kita renungkan dan kita laksanakan. Terutama nasihat dari orang tua. Karena baik buruknya moral kita, bisa terlihat dari bagaimana sikap kita kepada orang tua. Ingat, jauhi orang yang mengajakmu mendustai ibumu. Lalu yang lebih penting lagi jangan abaikan nasihat Tuhan. Anda bisa saja tidak ngereken Tuhan, tapi jangan sampai Tuhan tidak ngereken anda.

2.      Jangan melampaui batas
Batas itu ada dua. Batas yang jika dilampaui akan menghebatkan, dan batas yang jika dilampaui akan merugikan. Nah, kebaikan adalah batas yang didirikan agar kita tidak memasuki keburukan. Jangan liarkan diri sampai keluar dari batasan kebaikan, pada detik anda keluar dari kebaikan anda masuk ke B yang satunya namanya keburukan. Pesannya yuk jangan meliarkan diri, hiduplah sebaik-baiknya dalam batasan, karena kebaikan itu batasan yang paling luas, sedangkan keburukan itu kelihatannya bebas tapi itu penjara.

3.      Jangan lupakan jati diri anda
Jati diri yang mana?? Jati diri sebagai orang Jawa, sebagai orang Indonesia yang menganut adat ketimuran. Boleh saja kalian mengikuti trend masa kini, tapi coba dipikirkan lagi, apakah itu bermanfaat bagi kita, apakah itu tidak merugikan orang lain, dan apakah itu sudah sesuai dengan norma-norma yang ada? Jika tidak, tinggalkan.. maka dari itu, kita harus mempunyai pegangan yang kuat dan filter untuk menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.